Heboh ! Sosok Lain
Di Proyek Pembangunan Underpass
Jatingaleh, Semarang
Oleh Andaru
Mahayekti

(Aktifitas “Pak
Ogah” wilayah Jatingaleh di malam hari 19/08/2017)
Di balik
pembangunan underpass Jatingaleh yang
berjalan demi mengurangi kemacetan parah di wilayah tersebut, terutama di
jam-jam aktif berangkat dan pulang kerja. Ada sosok lain yang patut dibahas
walau biasanya sering diabaikan padahal dibutuhkan.
Mereka adalah
sekelompok orang laki-laki dengan umur yang beragam. Bertugas menghentikan atau
memperlambat laju kendaraan untuk membantu kendaraan dari sisi lain menyebrang.
Sebut saja mereka “Pak Ogah”. Kenapa ?
“Mungkin dari Pak Ogahnya
acara “Si Unyil” yang pas Unyil lewat selalu ngomong gopek dulu dong. Nah, Unyil
itu sama kayak mobil, montor yang lewat”. Ujar Dennis Eka yang waktu itu
memakai jaket biru.

(Dennis Eka dan Handoko Aryono, “Pak Ogah” wilayah
Jatingaleh)
Bermodalkan lampu lalin dan peluit yang mereka beli
dengan modal sendiri. “Pak Ogah” di sini ternyata tidak sefrontal Pak Ogah di acara
Si Unyil. Mereka tidak mematok tarif untuk jasa mereka mengatur lalu lintas.
“kadang 50 ribu, itupun
dibagi dua. Kadang kalau sepi ya gak dapat segitu. Tapi ya syukuri saja” ujar Dennis
Eka lagi sembari tersenyum.
“gak bayar gapapa, bayar
alhamdulillah. Itung-itung bantuin polisi” ujar Handoko Aryono yang hanya
lulusan SMP dan sedang mencari pekerjaan lain itu menambahi.
Walau penghasilan yang
tak menentu, mereka tetap menjalankan tugas dengan senang hati. Apalagi kalau
ada pengguna jasa yang menghargai jasa mereka dengan ucapan kecil tapi berarti
seperti “makasih Mas”.
Penulis:
Andaru Mahayekti - Universitas PGRI
Finalis Citizen Journalist Academy - Energi Muda Pertamina Semarang
--and--
Komentar
Posting Komentar