Bisa Ditiru, Pertamax Solusi Irit Tapi
Bandel Ala Mahasiswa
Oleh Andaru
Mahayekti

(Gambar:
google.com)
Seandainya
ada perlombaan irit antar mahasiswa se-Indonesia. Mungkin pesertanya bakal membludak, dan diikuti oleh macam-macam
cara irit ala-ala mahasiswa.
Mulai
dari yang rela beririt-irit dahulu bersenang-senang di tanggal tua. Sampai yang
milih terima gaji kerja part time di akhir
bulan, pasti ada. Bisa jadi saya juga menjadi
salah satu pesertanya.
Kalau
dipikir jadi mahasiswa itu memang waktunya asah kemampuan memanage uang. Apalagi kalau mahasiswa
yang masih bergantung pada pohon uang orang tuanya, dan berharap setiap minggu bisa
memetik buah uang di mesin ATM, seperti saya ini.
Kebutuhan
pribadi sudah pasti bisa dipangkas rata dan pas-pasan. Tapi kalau menyangkut
soal harta kekayaan orang tua yang dititipkan kepada saya. Saya tidak berani
pangkas rata agar irit-seiritnya.
Motor
misalnya, salah satu harta kekayaan orang tua yang dititipkan kepada saya.
Gamau dong kalau barang titipan yang entah kapan bakal diupdate dengan keluaran terbaru itu rusak sebelum waktunya, apalagi
karena hal sepele seperti selisih beberapa rupiah demi kepentingan irit.
Hal
kecil itulah yang selalu saya pertimbangkan. Maka dari itu, saya memilih BBM Pertamax
untuk kebutuhan motor saya, ya walaupun harganya sedikit mahal dari yang lain.
Sebagai seorang awam, saya selalu berpikiran bahwa yang mahal itu pasti lebih
baik.
Kenyataannya
Pertamax memang lebih halus untuk mesin dibanding produk di bawahnya. Hal ini dibuktikan
ketika saya meminjam motor teman dengan jenis dan tipe motor yang sama dengan milik
saya, perbedaannya dia tidak menggunakan Pertamax. Ketika dihidupkan suara
mesin saja sudah berbeda, apalagi tarikan mesin motor ketika sudah jalan.
Saya
juga melakukan survey kecil-kecilan terhadap 15 teman dekat saya, ternyata 12
dari teman saya memilih untuk tidak menggunakan Pertamax dengan alasan agar
tangki motor mereka lebih banyak terpenuhi dengan rupiah yang sedikit. Namun, 3
orang lainnya berpikiran sama dengan saya.
“walaupun
mahal kalau buat mesin enak ya gapapa. Gas aja” ujar Wahyu, teman saya yang
sudah dari kelas 3 SMA menggunakan Pertamax.
Sudah
seminggu ini gedung kampus saya pindah dengan jarak yang lebih jauh dari tahun-tahun
sebelumnya. Walaupun begitu, kuliah saya tetap berjalan lancar, uang saku pun
tetap sama dan tidak ada yang berubah untuk kebutuhan BBM. Karena dengan
menggunakan Pertamax dan mengisi tangki motor 15 ribu rupiah, itu berarti saya
telah berinvestasi untuk 5 hari kedepan.
Menurut
saya, selain uang saku utuh, hal itu sangatlah mendukung mobilitas saya untuk
kuliah di gedung kampus baru yang jaraknya lebih jauh. Mesin motor sayapun
tetap adem dan bandel dengan menggunakan Pertamax. Jadi sudahkah kamu
menjatuhkan pilihan ke Pertamax ?

Komentar
Posting Komentar