Essai tentang pementasan drama theater UKM GEMMA

 



SUMARAH SEMAKIN MARAH
 
Drama sangat banyak jenisnya. Salah satunya adalah drama monolog. Drama monolog merupakan suatu ilmu terapan yang mengajarkan tentang seni peran dimana hanya dibutuhkan satu orang untuk melakukan adegan/sketsa. Dengan adanya drama karya sastra yang biasanya hanya dalam bentuk tulisan akan lebih hidup bila dimainkan oleh pemain dengan kualitas diri yang didukung oleh latian dalam membawakan suatu drama.
Kemarin pada tanggal 4 Oktober 2016 theater Gema yang merupakan theater dari Universitas PGRI Semarang mengadakan acara pementasan theater monolog dengan judul “Balada Sumarah”. Dengan harga tiket masuk yang tebilang murah untuk kalangan mahasiswa yaitu 10 ribu rupiah.
Monolog ini menceritakan balada seorang gadis yang benama Sumarah yang lahir dan tinggal di Indonesia. Bapaknya adalah seorang PKI. Gara gara bapaknya hidupnya sengsara meminta surat bersih diri saja sulit, diomong sana sini difitnah yang bukan dirinnya. Akhirnya pkipun muak dia memutuskan untuk pergi ke Arab jadi TKW.
Namun ekspektasi selalu berbanding terbalikdengan realiti, yang dibayangkan Sumarah memang tak sesuai dengan yang Sumarahrasakan di Arab. Pendidikannya yang sampai SMA tak berlaku lagi. Cosinus, tangen, archimedes jadi teori menyetrika baju. Dikotil, mokotil jadi irama kain pel.
Sumarah kandas gajinya hilang ditelan majikan, tak hanya itu bencana mengerikan menimpa dirinya. Dia diperkosa. Adegan dan dialog inilah yang menurut saya paling berkesan di benak audiens dengan property sekotak peti sumarah berteriak teriak “la ya sahid, sakit tuan jangan ahhhhh”.
Kini sumarah tak lagi sama dendam terhadap dirinya dan majikannya sudah sampai ubun-ubun. Dalam diam malam Sumarah menghujam sang majikan sampai tewas, Sumarah tau dia bakal dihukum mati. Tapi Sumarah tak lagi peduli hidupnya kini tak lagi penting. Sumarah tak perlu pembela dan apalagi dibela. Dan akhirnya nilah Sumarah wanita TKW dari Indonesia yang mati pasrah di Arab.
Pementasan monolog ini sangatlah menarik karena tidak hanya kalangan mahasiswa UPGRIS yang menonton namun anak SMA Grinsing yang jauh jauh dari Batang. Datang dan menyaksikan monolog ini.
Menurut saya pementasan monolog ini sangatlah bermanfaat karena bisa menambah pengetahuan khususnya untuk mahasiswa jurusan bahasa sastra juga untuk kalangan mahasiswa penikmat sastra karena biasanya mahasiswa malas untuk menonton pementasan yang jauh dari zona aman dan nyamannya.
 

Komentar

Postingan Populer