SEJARAH! JOGET BARENG BALAIRUNG
Seperti sesuatu yang umum untuk
diketahui, sejarah merupakan kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi
pada masa lampau. Bung karno pernah mengtakan “JAS MERAH jangan sekali sekali
melupakan sejarah” sudah sepatutnya kita tetap mengenang sejarah. Karena bangsa
yang besaradalah bangsa yang mampu mempertahankan dan tetap menjaga sejarahnya.
Tanggal 28 oktober tentunya diantara
kita ada yang lupa dan ingat bahwa tanggal tersebut adalah tanggal diperingatinya
Sumpah Pemuda. Tanggal 28 oktober 1928 sudah 88 tahun yang lalu,para pemuda
mengikrarkan sumpahnya dalam rangka memperkuat lagi persatuan bangsa dan mengumpulkan
semangat pemuda untuk mewujudkan satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa.
Sumpah pemuda mengikrarkan sumpah
yang salah satunya berbunyi “kami putra putri indonesia ,menjungjung tinggi
bahasa pesatuan bahasa Indonesia.” Perlu diketahui dalam peristiwa Sumpah Pemuda
terdapat peristiwa lanjutan yang sangat besar bagi Bangsa Indonesia yaitu
tanggal 28 oktober 1928 juga merupakan tanggal lahirnya bahasa Indonesia.
Maka dari itu setiap bulan oktober diperingati
dan dirayakanlah bulan bahasa dan sastra. Salah satunya di Universitas PGRI
Semarang bulan bahasa akan dirayakan dengan acara yang meriah dan berbeda
setiap tahunnya. Kenapa harus
diperingati dan dirayakan ?
Tentu saja, kepentingan itu ada.
Karena baik diakui atau tidak, bangsa ini berutang besar pada bahasa Indonesia,
dan mungkin tidak akan pernah bisa membayarnya. Karena tanpa bahasa Indonesia,
tidakakan pernah ada komunikasi yang lancar antar masyarakat pulau dan suku di
Indonesia yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan.
Tidak terlepas dari latar belakang
sumpah pemuda dan bulan bahasa. Setiap tahunnya Universitas PGRI Semarang selalu
merayakan bulan bahasa dengan sangat meriah dan kreatif sebagai contoh
saja pada tanggal 27 oktober 2016
tepatnya hari kamis kemarin diperingatilah puncak bulan bahasa Universitas PGRI
Semarang, setelah sebelumnya telah diadakan belasan acara seperti lomba-lomba
untuk lebih memeriahkan bulan bahasa Universitas PGRI Semarang lagi.
Universitas pgri semarangmengadakan
lomba-lomba antar mahasiswa se- Jawa Tengah seperti lomba stand up comedy, dan
lomba pidato 3 bahasa. Lomba pidato bahasa Inggris dimenangkan oleh mahasiswi Universitas
PGRI Semarangyang pada waktu perayaan puncak bulan bahasa diminta untuk maju ke
panggung dan menyatakan kesannya atas acara perayaan puncak bulan bahasa tahun
ini. Mahasiswi pemenang lomba itu menjelaskan kesannya dengan menggunakan
bahasa Inggris yang dilanjutkan dengan pernyataan kesan dari perwakilan progdi
bahasa Jawa dan bahasa Indonesia.
Berbeda dengan perayaan puncak bulan
bahasa tahun-tahun sebelumnya yang menuntut mahasiswa mahasiswi fakultas bahasa
untuk melakukan kirab budaya dengan berjalan kaki memutari lingkungan Universitas
PGRI Semarang dan finish di Balairung Universitas PGRI Semarang. Kali ini
perayaan bulan bahasa cukup digelar langsung di balairung Universitas PGRI
Semarangdengan menampilkan tarian modern dan tarian tradisional yang ditampilkan
perkelas, namun ada juga yang satu fakultas bergotong royong untuk menampilkan
suatu pertunjukan yang menarik yaitu progdi bahasa Jawa.
Darimulai Progdi Bahasa Jawa, Bahasa
Inggris, dan Bahasa Indonesia semuanya berlomba-loba mengeluarkan bakat mereka
di bidang tarian. Setiap kelas menampilkan kelasnya masing-masing namun ada
beberapa kelas yang tidak ikut serta. walaupun begitu, hal itu tidak mengurangi
semangat dan kemeriahan puncak perayaan bulan bahasa Universitas PGRI Semarangkali
ini.
Dari mulai tarian modern, korean
style, flashmob, hingga jaipongan. Semuanya telah ditampilkan di Balairung.
Terhitung kurang lebih ada 28 kelompok yang ikut dalam perlombaan antar
fakultas ini. Tidak hanya tarian saja yang ditampilkan di balairung kali ini.
Namun, perkelas harus mempunyai tema pakaian adat daerah sendiri-sendiri
misalnya adat Bali,Jawa, dan daerah lainnya. Sehingga Balairung tampak mewah
dengan warna-warni keaneragaman pakaian adat dari sabang sampai merauke waktu
itu.
Akhirnya penghujung acarapun telah
tiba. Saatnya mengumumkan siapa yang berhak mendapatkan predikat juara satu dan
uang bimbingan untuk kelompok. Dengan prolog yang amat sangat panjang kali
lebar oleh salah satu juri dari ketiga juri yang ada. Akhirnya pemenangngpun
diumumkan dan dimenangkan oleh pendidikan bahasa daerah yang menampilkan tarian
tradisional Reog Ponorogo. Karena mungkin juri menilai keberanian mereka,
hingga mereka berani berlatih dan menyewa kostum Reog sedemikian rupa sehingga
menonton tarian ini tidak seperti menonton pentas mahasiswa biasa namun sudah
seperti menonton penari Reog yang sesungguhnya.
Sebelum pengumuman pemenang itu, Balairung digemparkan oleh mahasiswa mahasiswi fakultas
bahasa yang berjoget flashmob dengan diiringi lagu N.D.X A.K.A yang berjudul “Sayang”
yang diulang dua kali, dan dilanjutkan dengan lagu barat yaitu “Uptown Funk”. Panggung
Balairung dipenuhi oleh ratusan mahasiswa mahasiswi bahasa yang tidak sungkan
berjoget bersama mengikuti seorang mahasiswa yang berbaju loreng hitam putih
dan bertopi itu.
Komentar
Posting Komentar