Menanggapai tentang opini tentang city branding kota kretek




Menanggapai tentang opini dari Bagus Sandi Tratama tentang city branding kota kretek. Memang benar city branding berpengaruh besar terhadap aktivitas perkotaan terutama yang menyangkut pemasaran guna menambah pendapatan kota.
Namun, saat ini masih banyak konsep city branding kota-kota di Indonesia yang masih belum optimal hanya menggunakan logo dan slogan saja. Untuk itu perlu ditingkatkan penerapannya. Diperlukan suatu perencanaan pembentukan citra yang mendalam untuk mewujudkan city branding yang optimal. Secara umum terdapat tiga karateristik dalam tahap city branding yang sedang berkembang yaitu substansi citra, konsumen citra, dan bagaimana citra dikonsumsi. Tiga karakteristik ini perlu diakomodasi oleh perencanaan citra kota yang kuat. (http://www.kanal.web.id/2015/08//pengertian-city-branding-untuk.html?m=1)
Mencontoh dua city branding kota yang sudah terkenal sampai ibu kota, yaitu Kudus kota kretek dan Pekalongan kota batik. Tidak hanya menerapkan menerapkan city branding dengan kata-kata saja namun, mereka menerapkan city branding dengan objek wisata yang tentu saja sebagai objek pemasaran produk yang sesuai dengan city branding kota. Misalnya saja di Pekalongan ada IBC (International Batik Centre) yang berisi ratusan batik-batik cantik yang siap untuk dikemas dan dibawa pulang pembeli, juga da museum batik yang berisi batik-batik tua yang masih setia hidup untuk dilihat para turis baik turis lokal maupun mancanegara.
Maka dari itu saran dari saya seperti saran yang telah disampaikan oleh Bagus Sandi Tratama tentang kota Kudusnya, yaitu untuk kota-kota berkembang selanjutnya agar memikirkan lagi city branding matang-matang dan juga menciptakan objek wisata baru yang sesuai dengan city branding kota sehingga city branding bukanlah lagi hanya sebagai bentuk slogan atau kata-kata belaka.

Komentar

Postingan Populer